Selasa, 23 Maret 2010
Selasa, 24 Maret 2009
Minggu, 22 Maret 2009
Mengubah Penguasa
Sebagaimana dirimu, begitu pulalah dengan pemimpinmu, itu ucapan Syaikh Abd Al-Qadir Jailani. Tesis yang menegaskan tipe penguasa suatu masyarakat memiliki hubungan yang erat dengan karakter dan kehidupan masyarakat itu sendiri.
Kata Syaikh. jika hendak memiliki nasib yang berbeda, maka mulailah dari merubah pemikiran dan perilaku diri sendiri dan masyarakat, dan pemimpin yang tepat untuk kurun itu akan muncul dengan sendirinya. Beliau tidak percaya bila perubahan itu bersebab dari pemimpin dan berakibat pada masyarakat. Sebab penguasa sering menimbun kemakmuran dengan cara mengeksploitasi manusia secara tidak benar. Perubahan itu bersebab dari msyarakat dan berakibat pada penguasa.
Diceritakan ketika Syaikh hendak mengembara, maka Ibunya memberi bekal dari hak warisnya, yakni 40 keping emas yang dijahit pada ujung jubahnya. Lalu, Ibunya berpesan agar selalu berbuat benar dan jujur dalam keadaan dan situasi apapun.
Diperjalanan, Syaikh kena sweeping perampok. Segalanya yang terlihat telah dirampas, namun perampok itu masih bertanya : "apalagi yang tersisa padamu?" Syaikh menjawab : "masih ada 40 keping emas di jubahku." Karena tak yakin, perampok lain bertanya lagi hingga pimpinan perampokpun ikut bertanya. Tapi jawabannya tetap sama hingga Syaikh melepaskan jahitan dan menampakkan keping emas itu pada pimpinan rampok.
Ketakjuban menyergap diri pimpinan rampok dan anak buahnya, hingga semuanya tercenung. Syaikh berkata bahwa ia telah berjanji pada ibunya untuk tetap berkata benar dalam keadaan dan situasi apapun.
Pimpinan rampok itu berseru pada Syaikh : "Engkau telah menjaga janjimu pada ibumu, sedang kami melupakan janji kami pada Sang Pencipta." Lalu gerombolan perampok itu mengembalikan seluruh jarahannya karena telah bertobat.
Bayangkan seandainya ditengah situasi bangsa kita yang dilanda krisis moral dengan merajalelanya korupsi para pejabat diseantero jagad nusantara ini, kemudian suatu saat sang koruptor bejad itu bertemu dengan rakyat jelata yang jujur tak mau korupsi walau hanya sebiji sawipun, walaupun sang jelata sangat memerlukannya, kemudian sang koruptor tercenung lalu bertobat dengan mengembalikan seluruh hasil jarahannya kepada negara.
Kemudian seandainya sang jelata nan jujur itu tidak hanya seorang ... banyak, dan mereka kemudian berinteraksi dengan koruptor kemudian sang koruptor bertobat ..... seandainya .........
Seandainya ........... terjadi seperti itu, alangkah bahagianya kita ............
Tapi menurut saya hal ini tidak mustahil akan terjadi bila masyarakat kita bertindak jujur dalam bertindak dan berbicara, tidak menipu sesama anggota masyarakat, tidak mengurangi timbangan, tidak mengurangi ukuran, menjauhkan sogok, suap dalam mencapai tujuan dan yang semacamnya, insya Allah hal itu akan berdampak pada para pemimpin kita, para pelaku bisnis kita, insya Allah akan lahi pemimpin yang kita impika ... pemimpin yang mengabdi pada masyarakat, negara dan bangsanya mengalahkan kepentingan golongan, kroni, dan pribadinya ..............
Langganan:
Postingan (Atom)